Bagian 1

Cara agar Kitab Diri kita kelak isinya lebih banyak catatan perbuatan baik ketimbang perbuatan buruk adalah dengan melakukan empat hal berikut:

  1. memohon ampunan Tuhan; bertaubat;
  2. membersihkan pikiran dari hal-hal buruk negatif, dan merusak;
  3. mencegah keburukan masuk ke dalam diri, dan
  4. melipatgandakan perbuatan baik.

Keempat hal di atas adalah satu set “keterampilan” yang dapat dilatih hingga kita mahir mempraktekkannya. Penulis “Kitab Diri” ini memberikan  pelatihan dan pendampingan bagi Anda, pembaca yang terhormat.

Pengantar

KITAB DIRI

Nafs kita dianugerahi potensi keburukan (fujur) dan kebaikan (taqwa) sebagaimana yang termaktub dalam Quran Surah 91 Asy-Syams 7-8

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), (7)

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (8)

Artinya, diri kita dapat melakukan perbuatan buruk dan baik karena keberadaan potensi tersebut.

Ketika kita mengaktualkan potensi keburukan dan kebaikan kita dalam arti kita melakukan perbuatan buruk (baca: dosa) dan baik, ada malaikat yang ditugaskan untuk mencatat atau merekam kedua jenis perbuatan tersebut.

Quran Surah 50 Qaf 18:

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Catatan atau rekaman inilah yang dikumpulkan menjadi sebuah kitab atau buku. Buku yang merekam segala perbuatan diri kita inilah “KITAB DIRI” yang akan kita baca di hari penghitungan (hisab) kelak.

Quran Surah 17:13-14:

وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا

Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. (13)

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. (14)

Apa isi Kitab Diri yang akan kita baca di akhirat kelak? Jawabannya terletak pada apa yang telah, sedang, dan akan kita perbuat di dunia ini. Bila Kitab Diri kita nanti isinya banyak perbuatan buruk dan sedikit perbuatan baik yang terhitung, maka kita akan dimasukkan ke dalam neraka,  nauzu billah min  zalik.

Yang kita inginkan adalah Kitab Diri yang akan kita baca kelak isinya banyak perbuatan baik dan sedikit perbuatan buruk yang terhitung sehingga insya Allah kita dimasukkan ke dalam surga-Nya, amin ya rabbal alamin.

Bagaimana caranya agar keinginan tersebut di atas dapat kita wujudkan?

Jawaban atas pertanyaan di atas menjadi pokok bahasan buku “Kitab Diri” ini.

Buku “Kitab Diri” dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menjawab secara ringkas pertanyaan di atas. Bagian kedua merupakan pengembangan dari sub tema atau sub topik yang dimuat pada bagian pertama.

Selamat membaca dan mempraktekkan.