Kurikulum Kajian Ihsan

  • Tuhan Allah:
    • Allah Awal dan Akhir,
    • Bentuk Allah, Di Mana Allah?,
    • Pelatihan dan Praktik Zikir dan Doa
  • Kosmologi: Kun Fa Yakun!, Alam Semesta termasuk Bima Sakti, Tata Surya, Planet Bumi; Kehidupan
  • Manusia: Sejarah Awal hingga Nabi Isa as
  • Manusia: Sejarah ‘pertengahan’: Era Nabi Muhammad saw
  • Manusia: era Modern
  • Manusia: siklus hidup baik fisik/biologis maupun kegiatan sehari-hari manusia
  • Manusia: kehidupan individu, fase lahir hingga wafat, tahapan kehidupan yang disadari
  • Manusia: aspek jiwa-raga
  • Manusia: kondisi (sebagai ujian/cobaan): kenikmatan-kesengsaraan; Aktifitas (konstruktif-destruktif): berpikir – merasa – berkata – bertindak – kebiasaan/rutinitas – karakter
  • Manusia: kehidupan sosial:
    • relasi (keluarga-pertemanan-lingkungan-warga negara-warga dunia),
    • isu sosial (gender, kelas sosial, orientasi seksual, ekonomi dan bisnis, politik, hukum, ideologi/agama, pendidikan, globalisasi, teknologi, lingkungan hidup, seni, budaya, sejarah)
  • Manusia: masa depan manusia/kemanusiaan
  • Alam Semesta (konsep taskhir):
    • kehidupan (biologi),
    • materi (fisika, kimia, bumi)
  • Kehidupan akhirat/Eskatologi:
    • Kiamat
    • Surga-Neraka
  • Akhir kehidupan, ciptaan: dari tiada – ada – tiada.

Selanjutnya,

Khutbah Jumat: Bekal Terbaik

الْحَمْدَ لله. إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 

أَمَّا بَعْدُ

Hadirin sidang Jumat yang senantiasa memperoleh curahan rahmat Allah azza wa jalla!

Segala puji bagi Allah serta salawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw.

Hadirin, sebelum melanjutkan khutbah, khatib dengan kerendahan hati memohon untuk sejenak memusatkan pikiran dan perasaan untuk mendoakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami penindasan di tanah Palestina, allahumman shur ikhwanana fi filisthin wa fi kulli makaanin. Ya Allah, anugerahilah saudara-saudara kami yang sedang tertindas dan teraniaya, selamatkanlah mereka, curahkan mereka kesabaran dan ketabahan. Berikanlah kepada kami kemampuan dan kesanggupan untuk membantu dan menolong mereka. Ya Allah, jauhkanlah kami dari penindasan dan penaniaayaan orang-orang zalim.

Hadirin sidang Jumat yang selalu berada dalam pengawasan Allah azza wa jalla.

Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita ingin meninggalkan rumah untuk suatu keperluan, sering kita merasa tidak nyaman bila tidak membawa bekal, baik uang atau handphone. Jika kita ingin bepergian ke tempat yang lebih jauh, tentu bekal yang kita bawa akan bertambah jenisnya. Semakin lama perjalanan kita, semakin banyak bekal yang kita kemas.

Kita tentu saja sadari bahwa hidup ini juga merupakan sebuah perjalanan dan logikanya, sama seperti perjalanan lainnya, kita butuh bekal untuk hidup dan menjalani kehidupan. Di antara begitu banyak bekal yang sudah kita miliki dan kumpulkan, entah berupa materi, keluarga, pekerjaan, status sosial, dan lain sebagainya, bekal yang manakah yang terbaik?

Allah SWT memberi petunjuk tentang hal ini seperti yang kita baca pada Alquran surah Albaqarah 197:

ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَـٰتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى ٱلْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَـٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ

(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi.1 Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafaṡ),2 berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku Wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!

Setelah membaca ayat tadi, kita jadi tahu bahwa di antara ratusan bekal yang saat ini kita bawa, hanya satu bekal yang dianggap terbaik di sisi Allah. Bekal itu adalah takwa. Mengapa takwa ini penting? Kita baca petunjuk Allah azza wa jalla pada surah Al-Hajj ayat 37:

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ

Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Jelas sudah bahwa yang diterima dari amalan kita adalah takwa-nya. Inilah sebab takwa disebut sebagai bekal terbaik karena dari sekian banyak bekal yang kita kumpul dan bawa, hanya takwa yang diterima. Di manakah tempatnya takwa pada diri kita, di manakah takwa itu kita simpan dan bawa? Jawaban Alquran adalah di dalam qalbu. Kita baca pada surah Al-Hajj ayat 32:

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَـٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah,1 maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.

Hadirin sidang Jumat yang selalu memperoleh rezeki-nya Allah azza wa jalla.

Sekarang, cobalah tengok ke dalam diri kita, hati kita. Apakah di sana sudah ada takwa atau belum?

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

$$$$

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

اَمَّا بَعْدُ،

***


ثُمَّ اعْلَمُوْا أنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:

{إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَشَرِّ بَصَرِي وَشَرِّ لِسَانِي وَشَرِّ قلبي وشر مَنِيَّ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ

فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ