Hubungan Anda dengan Sesama Manusia Senantiasa Dipantau Allah

*Hubungan Anda dengan Sesama Manusia Senantiasa Dipantau Allah*

Pada *QS 58 Al-Mujadilah 7* kita membaca terjemahan ayat berikut:

Tidakkah engkau *perhatikan*, bahwa *Allah mengetahui* apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada *pembicaraan rahasia* antara tiga orang, melainkan *Dialah yang keempatnya*. Dan tidak ada lima orang, melainkan *Dialah yang keenamnya*. Dan tidak ada yang *kurang* dari itu atau *lebih banyak*, melainkan *Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada*. Kemudian *Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan*. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ayat di atas memberi pesan bahwa Allah tahu segalanya dan tidak ada yang bisa disembunyikan dari-nya karena *Allah bersama mereka di mana pun mereka berada*. Contoh kasus yang ditampilkan adalah “najwa”, yaitu pertemuan untuk membicarakan sesuatu yang sifatnya rahasia atau disembunyikan dari orang lain. Para pelaku “najwa” ini hendaknya menyadari bahwa bila mereka melakukannya bertiga, Allah adalah pihak keempat. Begitu pula bila jumlah pelaku najwa lebih dari tiga atau kurang dari tiga, Allah ada sebagai pihak yang *”ikut mendengarkan”*.

Pertanyaan: apakah hanya pada peristiwa “najwa” saja Allah hadir bersama para pelakunya? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Allah hadir dan bersama dengan manusia di mana pun manusia itu berada (QS 57 Al-Hadid 4) dan menyaksikan seluruh perbuatan manusia.

Dengan informasi tersebut di atas, Anda perlu melakukan dua hal, yaitu *membangunkan kesadaran* bahwa Allah *hadir* dalam *setiap interaksi Anda dengan orang lain* lalu *mempertahankan kesadaran* tersebut. Anda perlu melatih diri Anda agar sadar bahwa Allah bersama Anda, mengetahui seluruh perbuatan Anda, kemudian akan meminta pertanggungjawaban Anda nanti.

Luangkan waktu lebih kurang lima menit untuk membangunkan kesadaran ini. Anda bisa melakukannya dalam keadaan duduk bersila kemudian mengucapkan dalam hati bahwa Allah Sang Pencipta *ada*, *Dia meliputi* saya, kemudian nyatakan “aku menghadapkan diriku ke Pencipta langit dan bumi (inni wajjahtu wajhiya lillazi fatharas samawaati wal ardha…), lalu *sebut nama-Nya (zikrullah)*, lanjutkan dengan *memanggil-Nya (Yaa Allaah… Yaa Rahmaan…) sampai Anda merasakan respon-Nya (ijabah-Nya)*.

Lakukan sesering mungkin sampai Anda merasakan bahwa Allah senantiasa bersama, mengawasi, dan memberi petunjuk kepada Anda setiap saat (kondisi *ihsan*).

Untuk membantu pemahaman tentang kebersamaan Allah ini, silahkan pelajari ayat-ayat Alquran yang disajikan pada video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=zRpqZcZaTW0

Silahkan berkonsultasi bila menemukan kesulitan dalam memraktikkan latihan di atas.