Apa Kata Alquran tentang Aurat

Apakah Alquran menyinggung atau membahas permasalahan “aurat”?

Sebelum kita jawab, kita lihat dulu pengertian aurat, yang diserap dari bahasa Arab (الْعَوْرَةُ),  menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kata aurat menurut KBBI merupakan kelompok kata benda yang memiliki makna “1 bagian badan yg tidak boleh kelihatan (menurut hukum Islam); 2 kemaluan; 3 organ untuk mengadakan perkembangbiakan” (https://kbbi.co.id/arti-kata/aurat).

Dalam bahasa Arab, kata “aurat” pada asalnya berarti “buruk” atau dapat “menimbulkan rasa malu”. Dari makna dasar ini, pemaknaan kata tersebut berkembang hingga ke bagian pribadi manusia (alat kelamin, alat vital) seperti yang dimuat dalam KBBI di atas.

Kembali ke pertanyaan wal, apakah Alquran membahas “aurat”? Adakah ayat Alquran yang menyinggung kata tersebut?

Jawabannya, ya! Ada!

Dalam Alquran, terdapat dua kata yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan aurat. Kedua kata tersebut adalah عَوْرَةٌ (awrat) dan سَوْءَٰت  (saw-at).

Kata “awrat” terulang sebanyak empat kali di dua surah, QS 24:31 dan 58 dan di QS 33:13 (terulang sebanyak dua kali). Untuk kata “saw-at” terulang sebanyak lima kali pada QS 7:20, 22, 26, dan 27 serta pada QS 20:121.

Pada QS 33:13, kata “awrat” diterjemahkan dengan “terbuka”. Konteks ayatnya adalah rumah-rumah yang awrat (terbuka:tidak dalam keadaan dijaga/dilindungi) karena para pemiliknya diminta untuk pergi berperang.

Pada QS 24:31, “awrat” diterjemahkan dengan aurat, yaitu bagian tubuh yang sifatnya “pribadi”. Adapun pada QS 24:58, awrat bermakna “waktu atau saat privasi/pribadi).

Untuk sementara, kita simpulkan bahwa kata awrat bermakna sesuatu yang sifatnya pribadi yang kondisinya “terbuka” (sehingga menimbulkan rasa malu karena terlihat buruk).

Konteks penggunaan kata “saw-at” dalam Alquran adalah kisah Nabi Adam dan pasangannya yang terbujuk godaan Setan (Iblis) sehingga tampak “saw-at” keduanya (QS 7:20, 22, 27 serta 20:121). Di sini, “saw-at” secara khusus merujuk kepada “bagian tubuh manusia yang pribadi/vital (kemaluan) yang ketika terlihat/tampak timbul rasa malu” sehingga timbul naluri untuk menutupinya (pada kisah nabi Adam dan pasangannya, keduanya menggunakan “daun”).

Pemaknaan “saw-at” sebagai bagian tubuh yang pribadi yang ketika terbuka menimbulkan rasa malu seolah dipertegas pada QS 7:26 yang secara langsung menyebut libas (pakaian) yang “diturunkan” untuk menutupi saw-at (aurat, bagian tubuh pribadi).

Dengan demikian, Alquran tidak menggunakan kata aurat melainkan kata saw-at untuk secara langsung menunjuk ke anggota/bagian tubuh manusia.

Catatan: untuk menambah wawasan tulisan ini, silahkan tonton dua video berikut:

Bagian 1- https://www.youtube.com/watch?v=B-urQSaQCic

Bagian 2- https://www.youtube.com/watch?v=u12I5m5VoBc

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *