Virus Corona dan Kewaspadaan Diri

Tentang Virus Corona

Kewaspadaan Diri

  1.  Anggap saja kita telah tertular virus Corona terbaru, COVID-19.
  2.  Atas anggapan tersebut, bangunlah kewaspadaan diri dengan cara:
    1. Seimbangkan daya tahan (imunitas) tubuh.
    2.  Banyak istirahat, tidur.
    3.  Minum air lebih dari dua liter sehari
  3.  Bila kondisi memburuk:
    1.  Sejauh yang diketahui, efek dari virus ini tidaklah seketika melainkan ada tahapan gejala.
    2.  Bila memburuk, barulah melaporkan diri ke rumah sakit.

Pemandangan Lapangan

 

  1. Corona Virus
  2. COVID-19
  3. Human to human
  4. Infected
  5. Getting ill/sick
  6. Post recovery

 

Pre Pandemic

Pandemic

Post Pandemic

Economy

Healthcare system

Education

Next

Corona dan Ulil Amri

COVID-19 yang merupakan varian baru dari virus Corona tengah mewabah di banyak negara termasuk Indonesia.

Atas pandemi ini, pemerintah selaku ulil amri telah menetapkan berbagai kebijakan baik untuk mencegah penyebaran  maupun menangani warga yang positif membawa virus COVID-19 ini.

Namun,  dalam berbagai pemberitaan, masih ada kelompok muslim yang tidak mematuhi upaya pencegahan yang ditetapkan ulil amri Indonesia dengan tetap menggelar berbagai kegiatan yang mengumpulkan massa atau jamaah bahkan dalam jumlah yang relatif besar.

Perbuatan tersebut tentu tidak selaras dengan tuntunan Alquran yang telah menetapkan kepatuhan kepada ulil amri, yaitu pemerintah (baca, pelajari, dan renungkan ayat ke-59 surah keempat,  Annisa).

Selanjutnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  di beberapa daerah yang oleh ulil amri pemerintah telah diumumkan memiliki pasien positif COVID-19 juga telah mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan salat Jumat secara berjamaah di masjid yang diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing.

MUI merupakan ulil amri dari aspek keagamaan. Karenanya,  wajar bila kita mengikuti fatwa yang keluar dari mereka berkaitan dengan kasus COVID-19 ini terlepas dari apapun yang kita rasakan terkait dengan “larangan” melakukan salat Jumat di masjid.

Dokter dan tenaga medis lainnya di berbagai fasilitas kesehatan merupakan ulil amri di sisi kesehatan.  Menghormati dan mematuhi anjuran dan larangan yang berasal dari mereka dan institusi kesehatan (rumah sakit misalnya) merupakan tindakan yang selaras dengan Alquran. Larangan membesuk pasien yang sedang dirawat di fasilitas kesehatan sebaiknya dipatuhi demi maslahat bersama.

Corona telah menjadi batu ujian ketaatan kita kepada para ulil amri. Dan bukankah taat patuh kepada ulil amri merupakan bentuk ibadah yang juga diganjar pahala?

Semoga mencerahkan.

 

KHUTBAH JUMAT: MEMERIKSA INFORMASI

الْحَمْدَ لله. إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

أَمَّا بَعْدُ

Ada doa yang diajarkan, yaitu rabbana arinal haqqa haqqa warzuqnat tiba’ah wa arinal baathila bathila warzuqnaj tinaabah

(وَفِي الدُّعَاءِ الْمَأْثُورِ: اللَّهُمَّ، أَرِنَا الْحَقَّ حَقّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَوَفِّقْنَا لِاجْتِنَابِهِ، وَلَا تَجْعَلْه مُلْتَبِسًا عَلَيْنَا فَنَضِلَّ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا). Ref:https://furqan.co/ibn-katheer/2/213

Doa ini semakin penting kita ucapkan karena kita saat ini hidup di era informasi. Setiap detik bermunculan ribuan informasi yang bisa kita dapatkan secara aktif dengan mencari tahu maupun yang sampai kepada kita secara pasif melalui berbagai jenis media.

Banjir informasi tersebut, seperti sebuah pedang bermata dua, bisa memberi kita banyak manfaat namun dapat juga mendatangkan banyak mudharat.

Ada jenis informasi yang bisa menyesatkan bahkan bisa sampai merugikan diri kita. Jenis informasi tersebut adalah informasi bohong atau hoax. Banyak teks yang beredar secara luas (viral) namun bohong. Ada pula informasi visual (audio-video) yang bohong.

Saat ini, orang bisa merekayasa suatu informasi visual (video). Mulai dari teknik sederhana (memotong, menambah, dll) hingga mengganti wajah dan suara orang yang ada di video dengan wajah dan suara orang lain (deep fake).

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, kita dituntut untuk berhati-hari menerima dan menyebarluaskan suatu informasi teks, audio, maupun video. Kehati-hatian ini sesuai dengan anjuran Alquran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً

“Wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka” (terj. Qs. At-Tahrim ayat 6)

Adapun wujud kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi adalah dengan mengamalkan perintah Alquran yaitu, tabayun:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Alhujurat 6)

Memeriksa informasi dengan teliti bisa dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan 5W+1H. Jika informasi yang kita dapatkan lolos uji pertanyaan tersebut, barulah kita bisa menggunakannya.

Agar kita senantiasa terhindar dari dampak buruk kabar bohong, hendaknya kita rajin berdoa dengan doa di atas.

 

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

%%%%%

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

اَمَّا بَعْدُ،

ثُمَّ اعْلَمُوْا أنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ

فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ

 

n