Pubertas dan Hukum Islam

Salah satu fase dalam kehidupan manusia adalah proses perubahan yang relatif cepat pada tubuh yang menjadikan seorang manusia berubah dari anak-anak menjadi dewasa atau mampu mereproduksi manusia baru. Proses perubahan ini disebut dengan pubertas.
Secara umum, fase pubertas ini dialami oleh seorang manusia pada rentang usia antara 10 hingga 17 tahun di mana perempuan sering kali lebih dahulu mengalami pubertas dibanding laki-laki. Tanda utama seorang manusia mengalami pubertas adalah menstruasi pada perempuan dan keluarnya cairan semen atau air mani yang membawa sel-sel sperma (ejakulasi) pada laki-laki. Selain dua tanda utama tersebut, perubahan secara fisik juga tampak seperti tumbuhnya rambut dan bulu pada area tertentu, suara, tinggi badan payudara, serta testis.
Selain perubahan fisik yang dapat dilihat, pubertas juga ditandai dengan perubahan yang tidak tampak baik pada tubuh maupun kejiwaan (emosi). Dapat dikatakan masa pubertas manusia dipicu oleh adanya hormon, yaitu senyawa (zat kimiawi) yang memacu/menggerakkan/menggalakkan fungsi suatu organ tubuh.
Hormon androgen testosterone pada laki-laki dan estrogen pada perempuan memicu terjadinya serangkaian perubahan pada organ tubuh manusia, terutama organ seks yang berfungsi untuk menghasilkan manusia baru. Organ seks manusia ada yang tampak dan ada yang tidak tampak karena berada dalam tubuh. Organ seks yang tampak adalah penis dan skrotum pada laki-laki dan mons veneris, klitoris, sepasang labium mayora dan sepasang labium minora pada perempuan. Sementara organ seks yang berada di dalam tubuh adalah testis, epididymis, prostat, vesika seminalis, vas deferens dan juga kelenjar bulbouretral pada laki-laki dan sepasang ovarium dan saluran reproduksi yang terdiri saluran telur (oviduct/tuba falopii), rahim (uterus) dan vagina pada perempuan.
Organ seks manusia pada masa pubertas menjadi aktif karena hormon androgen dan estrogen sehingga mampu memproduksi sel telur (ovum) di ovarium dan sel sperma di testis yang terdapat pada scrotum. Sel telur dan sel sperma menjadi cikal bakal manusia bila keduanya bertemu. Pertemuan keduanya secara alami terjadi semasa kontak atau hubungan organ reproduksi, yaitu penis dan vagina, yang biasa disebut dengan hubungan seks.
Kata kunci: pubertas, perubahan, usia remaja, perubahan tampak dan tak tampak, aktifnya organ reproduksi akibat hormon androgen dan estrogen, sel telur dan sel sperma, hubungan seksual.
Pubertas dan Hukum Islam
Remaja yang telah mengalami dua tanda utama pubertas, yaitu menstruasi dan ejakulasi semen, dalam ajaran Islam disebut sebagai muslim yang “baligh” yang secara bahasa berarti “sampai”. Remaja muslim yang baligh berarti remaja muslim yang telah sampai pada tahap dewasa secara fisik, yaitu mampu memproduksi manusia baru. Kata baligh biasanya disandingkan dengan kata akil, sehingga menjadi satu frasa “akil baligh”. Kata akil berarti berakal sehat (lawan dari tidak berakal sehat atau gila), yang menunjukkan kedewasaan dari sisi mental (pemikiran) yang ditandai dengan kemampuan membedakan mana yang baik dan sebaliknya (tamyiz, mumayyiz).
Muslim yang sudah akil baligh secara otomatis diberi beban (mukallaf), berupa perintah dan larangan yang harus ia patuhi dan laksanakan. Beban mematuhi perintah dan larangan ini berdampak pada diterimanya imbalan (pahala) jika patuh dan hukuman (dosa) jika melanggar.
Dalam konteks pubertas, seorang remaja muslim yang akil baligh bila ia dalam kondisi haid atau telah mengeluarkan semen dilarang melakukan beberapa aktifitas ritual, misalnya salat. Bila masa haidnya sudah selesai pada perempuan dan telah mengeluarkan semen pada laki-laki ia diharuskan/diwajibkan membersihkan atau menyucikan (taharah) dirinya dengan cara mandi.
Remaja muslim juga dibebani hukum berupa larangan melakukan hubungan seksual di luar ikatan pernikahan; melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis yang bukan pasangan sah atau tidak terikat dalam status hubungan suami-istri. Larangan ini sering menjadi masalah bagi remaja muslim. Pasalnya, dorongan untuk melakukan hubungan seksual (libido) secara umum pada diri remaja kuat/keras. Tahapan munculnya libido ini secara sederhana dapat diuraikan dengan: diterimanya stimulus (perangsang) oleh otak baik melalui indera maupun pikiran (khalayan). Otak yang menerima stimulus ini kemudian mengeluarkan dopamin yang mengakibatkan darah mengalir ke dalam penis yang membuatnya ereksi yang diakhiri dengan ejakulasi, keluarnya cairan semen yang membawa sel sperma. Ejakulasi terjadi baik melalui hubungan seksual maupun tindakan masturbasi/onani.