[WIP] Ayat Alquran Tentang Pertanian

[Work in progress-Tulisan Rintisan]

Ayat Tentang Pertanian/Agronomi
Kata Kunci: nabat, anbatat, habba, fakiha, tsamaraat
Air, tanah, biji, tanaman/pohon, proses tumbuh, buah, panen.
Dataran tinggi: Al-Baqarah 261, 265 sd 283 dan Saba 15-16
Yasin 33-35: biji-bijian
Al-Hijr 22: angin untuk perkawinan
Asy-Syuara 7
Al-Hijr 19: tumbuhan menurut ukuran
Al-An’am 99, 141
Ar-Ra’d 4
Al-Mu’min 17-20
Al-Qalam 17-33
An-Nahl 11
Qaf 9-10
Abasa 27-31
Al-Baqarah: 58, 71 (membajak), 205 (merusak),
Beliau menjelaskan tentang:
kondisi tanah yang berbeda dalam Surah ar-Ra’du [13] ayat 4, Surah Al-A’rāf [7] ayat 58, dan Surah Qāf [50] ayat 9.
Proses fotosintesis dan pembentukan klorofil dalam Surah Thāhā [20] ayat 53 dan Surah Al-An’ām [6] ayat 99.
Produktivitas tanah terlantar dalam Surah Yāsīn [36] ayat 33-35.
Perkawinan tumbuhan dalam Surah Yāsīn [36] ayat 36 dan Surah Al-An’ām [6] ayat 99.
Tanah yang lebih tinggi dari permukaan air dalam Surah Al-Baqarah [2] ayat 265 dan Surah Saba’ [34] ayat 15-16.
Variasi tumbuhan dalam Surah Al-Kahfi [18] ayat 32-34, Surah An-Nahl ayat 11, dan Surah Al-An’ām [6] ayat 141.
Dan kadar unsur pada setiap tumbuhan dalam Surah Al-Hijr [15] ayat 19 dan Surah Qāf [5] ayat 7
Karena kita disuruh kembali olehNya, pasti Dia juga memberikan solusi dan petunjukNya. Bentuk petunjuk specifik untuk Nitrogen dan mineral yang dibutuhkan tanaman itu ada setidaknya pada dua ayat berikut :
“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya itu) kamu menggembalakan ternakmu.” (QS 16:10)
“Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.”(QS 20:54)
Kita diberi petunjuk spesifik untuk menggembala, bahkan di ayat yang kedua menggunakan kalimat perintah – untuk menekankan pentingnya untuk dilaksanakan. Karena berupa perintah, kalau tidak kita laksanakan pasti ada akibatnya. Kita diperintah untuk makan, bila tidak makan – kita tidak akan survive. Demikian pula kita diperintahkan menggembala, bila tidak kita laksanakan maka bumi kita yang tidak survive dalam menunjang kebutuhan makanan kita. Dan bila bumi tidak survive dalam menunjang tumbuhnya tanaman-tanaman secara berkelanjutan, maka manusia juga tidak akan survive !
Maka melalui penggembalaan ternak inilah Allah antara lain hendak mengembalikan nitrogen dan berbagai mineral – yang telah disedot tanaman untuk memberi makan manusia dan ternak – agar tanaman tetap dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Negeri yang baik, pohon-pohonnya menghasilkan buah yang dimakan (QS 34:15), sedangkan negeri orang-orang yang berpaling pohon-pohonnya menghasilkan buah yang tidak bisa dimakan (QS 34:16).
Ini kita temukan misalnya di surat An-Nur ayat 35 yang menyebutkan api yang dinyalakan dari minyak zaitun, sedangkan di surat Al-Mu’minun ayat 20 – disebutkan minyak zaitun yang sama digunakan untuk penyedap makanan.
Ayat-ayat lain yang menyebutkan api atau energi itu dari pohon yang hijau ada di surat Yaasiin ayat 80 dan yang senada dengan ini di surat Al-Waaqi’ah ayat 71-72.
Baik di surat An-Nuur, surat Yaasiin maupun surat Al-Waaqi’ah semuanya menggunakan istilah pohon (syajara). Tidak digunakan istilah lain misalnya tanaman semusim (zar’a).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *