Ramadhan 1440 H (2019)

Ada dua ibadah yang wajib dikerjakan pada saat bulan Ramadhan, yakni puasa dan zakat fitrah. Dua ibadah inilah yang seharusnya menjadi perhatian kita. Selain kedua ibadah ini dan salat fardhu, aktifitas ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan status hukumnya adalah sunnah yang berarti bila dikerjakan dapat pahala tapi bila tidak dilakukan tidak mendapatkan dosa atau sanksi.

Ibadah-ibadah sunnah yang biasa dikerjakan saat Ramadhan adalah salat malam (termasuk tarwih dan witir), membaca (hingga tammat, berkali-kali) Al-Quran, i’tikaf di masjid, menyediakan penganan buka puasa (gratis), dan lain-lain.

Kita harus memperhatikan dua jenis status hukum ibadah (wajib dan sunnah) yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini dengan cara mendahulukan atau mengutamakan ibadah yang wajib ketimbang ibadah yang sunnah. Kita tidak boleh mengorbankan atau merusak ibadah wajib demi menegakkan yang sunnah.

Misalnya, kita tidak boleh bertengkar tentang salat tarwih (apalagi dilakukan di dalam masjid) padahal kita baru saja berbuka dan akan melanjutkan puasa beberapa jam kemudian. Pertengkaran untuk ibadah sunnah memungkinkan merusak ibadah wajib, yaitu puasa.

Ibadah puasa adalah ibadah menahan (dalam bahasa Arab:imsak). Aktifitas yang kita lakukan dalam puasa adalah menahan. Kita tahan diri dari kegiatan makan, minum, dan aktifitas seksual. Supaya kita mampu menahan diri dari tiga kegiatan tersebut, kita perlu menahan indera (penglihatan, penciuman, perasa) agar tidak memancing diri ke arah tiga perbuatan tadi.

Kita juga perlu menahan mulut agar tidak mengucapkan perkataan atau kalimat yang tidak benar, tidak baik, tidak bermanfaat. Di masa sekarang, kita juga perlu menahan jari jemari kita agar tidak menulis atau berkomentar serampangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *