Topik Bid’ah Dalam Al-Quran

Salah satu topik pembicaraan yang tidak ada matinya di kalangan ummat Islam adalah bid’ah.

Saya ingin menulis tentang topik ini secara berseri dimulai dari mencari dasar pembicaraan dalam Al-Quran.

Kata bid’ah berasal dari akar kata (ب د ع) yang terulang sebanyak empat kali di dalam Al-Quran pada empat ayat yang berbeda.

Dua ayat berbicara tentang Allah azza wa jalla sebagai badi’ (بَدِيعُ atau originator). Satu ayat berbicara tentang Nabi Muhammad saw dan terakhir berbicara tentang sebagian ummat Isa alaih as-salaam atau kaum Nasrani.

Dari empat ayat tersebut, ayat yang berbicara tentang ummat Isa alaih as-salaam sesuai atau berkaitan dengan topik bid’ah.

Ayat yang dimaksud terdapat pada Quran Surah 57 Al-Hadid 27:

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

Setelah membaca ayat di atas serta terjemahannya, kesan apa yang timbul di dalam benak Anda?

Bagi saya, ayat tersebut terkesan ‘netral’. Ayat itu memuat informasi mengenai (sebagian?) pengikut Nabi Isa yang:

  1. Mengada-adakan rahbaniyah.
  2. Rahbaniyah yang mereka adakan itu tidak ditetapkan atau diwajibkan atas mereka
  3. Motif mengadakan rahbaniyah adalah mencari ridha Allah
  4. Rahbaniyah yang mereka adakan itu tidak ‘dipelihara’ sebagaimana mestinya
  5. (sebagian) yang beriman dari mereka diberi imbalan/pahala
  6. (sebagian lagi) disebut sebagai fasik

“Rahbaniyah diadakan untuk mencari ridha Allah namun tidak dipelihara sebagaimana mestinya,” adalah intisari informasi yang terdapat pada Quran Surah 57 Al-Hadid 27 bila dikaitkan dengan pokok bahasan bid’ah.

Untuk memperkaya wawasan tentang ayat tersebut, berikut disajikan penafsiran beberapa ulama tafsir yang diambil dari situs altafsir.com .

Tafsir Ibn Abbas (salah seorang sahabat Nabi saw, wafat 68 H)

(Then We caused Our messengers) one after the other (to follow in their footsteps) to follow Noah and Abraham from their respective offspring; (and We caused Jesus, son of Mary, to follow) these Messenger, i.e. messengers other than the Prophet Muhammad (pbuh) (and gave him the Gospel, and placed compassion and mercy) towards each other (in the hearts of those who followed him) i.e. who followed the religion of Jesus. (But monasticism they invented) they built monasteries and cloisters to escape the sedition of Paul, the Jew. (We ordained it not for them) We did not enjoin monasticism upon them. (Only seeking Allah’s pleasure) they did not invent it except to seek Allah’s good pleasure, (and) had We enjoined it upon them (they observed it not with right observance) they would not have given it its right due. (So We give those of them who believe) among the monks (their reward) double for their faith and worship; these are the ones who did not contravene against the religion of Jesus. 24 among these were in the Yemen and when they heard of the Prophet (pbuh) they believed in him and joined his religion, (but many of them) of the monks (are evil-livers) disbelievers, these are the ones who went against the religion of Jesus.

Tafsir Muqatil ibn Sulaiman (150 H, salah satu tafsir generasi awal yang sampai kepada kita):

فقال: { وَرَهْبَانِيَّةً ٱبتَدَعُوهَا } وذلك أنه لما كثر المشركون وهزموا المؤمنين وأذلوهم بعد عيسى ابن مريم، واعتزلوا واتخذوا الصوامع فطال عليهم ذلك، فرجع بعضهم عن دين عيسى، عليه السلام، وابتدعوا النصرانية، فقال الله عز وجل: { وَرَهْبَانِيَّةً ٱبتَدَعُوهَا } تبتلوا فيها للعبادة في التقديم { مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ } ولم نأمرهم بها { إِلاَّ ٱبْتِغَآءَ رِضْوَانِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا } يقول: لم يرعوا ما أمروا به يقول: فما أطاعوني فيها، ولا أحسنوا حين تهودوا وتنصروا، وأقام أناس منهم على دين عيسى، عليه السلام، حتى أدركوا محمداً صلى الله عليه وسلم فآمنوا به وهم أربعون رجلاً اثنان وثلاثون رجلاً من أرض الحبشة، وثمانية من أرض الشام، فهم الذين كنى الله عنهم،

Tafsir Al-Tustari (w. 283 H)

قوله عزَّ وجلَّ: { وَرَهْبَانِيَّةً ٱبتَدَعُوهَا } [27] قال: الرهبانية مأخوذة من الرهبة، وهو الخوف، ومعناه ملازمة الخوف من غير طمع. { مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ } [27] أي ما تعبدناهم بذلك.