Tidak Merasa Nyaman Berbeda

Perbedaan adalah sebuah keniscayaan, keharusan.

Dalam pembicaraan tentang agama, Allah membuat perbedaan: beriman atau tidak beriman.

Kelompok beriman pun dibuat beragam: ada yang Muslim, Kristen, Yahudi.

Untuk Muslim pun Tuhan membuatnya beragam: ada Sunni, Syiah, Ahmadiah, dan lain-lain.

Di kelompok Sunni pun, Tuhan mengizinkan keragaman: ada empat mazhab fiqh yang dianut sampai sekarang, ada beberapa mazhab teologi/kalam, ada berbagai mazhab tasawuf serta kelompok-kelompok tarekat, dan lain-lain.

Lihatlah! Bahkan di antara dua saudara kembar pun, Tuhan membuat keduanya berbeda; beragam!

Mengapa masih ada yang tidak merasa nyaman dengan keberagaman, perbedaan?

Salah satu kemungkinan yang bisa menjawab pertanyaan tersebut adalah adanya prasangka perbedaan atau keragaman itu memberikan akibat buruk atau negatif kepada dirinya. Lebih lanjut, prasangka ini dapat berkembang menjadi kekhawatiran atau ketakutan dan menimbulkan perasaan terancam.

Seluruh prasangka dan perasaan tersebut tergambar pada tingkah pola perilaku yang dibaca sebagai ketidaknyamanan berada di lingkungan yang berbeda/beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *