Mengelola Kemarahan

Alaikum salam. Wah tidak mudah memang mengelola amarah, kebencian, kekecewaan di dalam diri. Saya rasa kita sudah tahu kalau amarah dan kebencian itu dipantik oleh setan. Bibit atau benih amarah dan kebencian itu ada di dalam diri dan dimanfaatkan oleh setan.  Kita tangani bibit amarah/kebencian itu dengan mengembalikan nya kepada Allah. Misalnya,  saya marah ketika ada orang yang menginjak kaki saya.  Sebelum amarah itu membesar, saya ingat Allah dan berkata bahwa apa yang saya sedang alami ini Allah izinkan. Allah izinkan orang itu injak kaki saya. Sekarang, daripada marah-marah, saya bertanya kepadaMu Ya Allah…. apa yang Engkau inginkan dari saya atas kejadian ini?

Dialog internal di atas seringkali meredakan amarah yang dipantik oleh setan.

Sebelum dialog internal itu, kita sudah memiliki serangkaian pola pikir, mindset yang membantu mengikis kemarahan, kekecewaan, kebencian yang ada pada diri.

Pertama, inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya. Semua yang ada pada kita bukan milik kita melainkan punya Allah. Tidak ada sesuatu yang melekat pada diri yang bisa kita klaim atau akui sebagai milik kita. Semuanya punya Allah. Oleh karena itu, segala sesuatu akan kembali kepada pemiliknya yang asli nan sejati, Allah.

Kedua, segala yang terjadi di alam semesta ini telah memperoleh restu, ridha, dan izin-Nya sesuai dengan rancangan induk-Nya yang dituangkan di lauh al-mahfudz, papan atau lembaran yang terjaga. Bila ada suatu peristiwa yang menimpa kita, yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan, respon pertama kita adalah ingat Allah, bersyukur kepada-Nya, dan meminta ilmu pengetahuan tentang maksud atau kehendakNya di balik peristiwa yang Dia izinkan terjadi atas kita.

Dengan dua mindset utama ditambah berdialog dengan Allah, kita mudah mengelola diri agar tidak mudah marah, tersinggung, kecewa, benci, maupun putus asa.

Semoga membantu dan bila ada pertanyaan atau hal yang ingin ditambahkan, silahkan didiskusikan melalui kolom komentar atau melalui nomor whatssapp.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *