Inilah Alasan Islam Tidak Perlu Dibela

Saya menghargai teman-teman yang berpendapat bahwa Islam perlu bahkan wajib dibela dan karenanya ikut mendukung bahkan berpartisipasi pada “Aksi Bela Islam” yang tidak terasa sudah masuk ke jilid ketiga.

Saya berada pada posisi yang berbeda. Saya menganggap tidak perlu bahkan tidak layak bagi saya untuk membela Islam. Dalam ungkapan lain, Islam tidak perlu dibela. Kalau yang disodorkan untuk dibela adalah muslim, maka saya mendukung dan berpartisipasi.

Berikut alasannya.

Pertama, Islam statusnya ‘inda Allah atau di sisi Allah. Baca Quran Surah 3 Ali Imran 19. Status ini sungguh menunjukkan keperkasaan, kekuatan, kesaktian Islam; ia berada di sisi Allah. Masih perlukah sesuatu yang berada di sisi Allah untuk dibela? Tidak. Saya yang super duper lemah ini tidak pantas membela yang super duper kuat, perkasa nan sakti.

Kedua, Islam diridhai Allah. Baca Quran Surah 5 Al-Maidah 3. Sesuatu yang diridhai Allah sungguh sangat mulia dan terhormat. Tak ada suatu hinaan, cacian, cemoohan, ejekan yang sanggup melunturkan kemuliaan dan kehormatan Islam yang diridhai Allah. Ini sebabnya Islam tidak memerlukan pembelaan dari saya yang tidak jelas ini.

Ketiga, Islam merupakan sistem Allah (baca: din Allah) yang dianut oleh seluruh alam semesta. Baca Quran Surah 3 Ali Imran 83. Bayangkan, satu semesta berislam! Sistem yang satu semesta masuk ke dalamnya perlu saya bela? Ini tidak memerlukan jawaban lagi.

Keempat, saya masuk ke dalam sistem Allah, Islam, ini untuk cari selamat. Sayalah yang berlindung ke dalam Islam dan bukan sebaliknya, Islam yang berlindung kepada saya!

O iya. Ada tambahan. bagaimana jika ada seseorang atau sekelompok orang yang menghina, menista, mengolok-olok ayat-ayat Allah, Al-Quran? Sikap atau respon saya sederhana. Saya mengikuti petunjuk Al-Quran itu sendiri yang terletak pada Quran Surah 4 An-Nisa 140. Sudah baca? Simpel, kan? Sederhana, kan?

Jadi tak perlu aksi “heroik“? Ya silahkan baca dan ikuti petunjuk Al-Quran yang diklaim sedang dibela.

Salam.

Makassar 1 Desember 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *