Tentang Demonstrasi 4 November 2016

Pada sesi kajian Ahad, 8 November 2016, saya ditanya oleh teman tentang demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota lainnya di Indonesia pada tanggal 04 November 2016 setelah shalat Jum’at.

Jawaban saya adalah:

  1. Demonstrasi tersebut merupakan kegiatan, aksi, aktifitas bercorak atau bernuasa politis; ia merupakan kegiatan politik bukan kegiatan keagamaan meski pelakunya didominasi oleh kaum agamawan Islam beserta atribut-atributnya.
  2. Tema, tujuan, tuntutan yang mengemuka ada dua: pertama, tuntutan agar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diproses karena, oleh kalangan demonstran, dianggap telah menghina, menista Al-Quran dan kedua, Presiden Joko Widodo diminta turun atau lengser dari dari kursi kepresidenan bila kasus di atas tidak tuntas.

Itulah dua hal yang menonjol yang saya baca dan saksikan berkaitan dengan demonstrasi 4 November 2016.

Berikut beberapa uraian yang terkait dengan kedua pernyataan di atas:

  1. Dalam ruang pengetahuan dan pemahaman saya yang sempit tentang ajaran Islam, tidak saya temukan ajaran untuk melakukan demonstrasi. Saya tidak mengatakan bahwa demonstrasi itu bid’ah karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Saya hanya mengatakan bahwa demonstrasi tidak ada tuntunannya dalam Al-Quran maupun Al-Hadits.
  2. Waktu yang dipilih untuk melakukan demonstrasi berada dalam masa kampanye para calon gubernur dan wakilnya, yakni pasangan Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, dan Anies-Sandi.
  3. Sosok yang menjadi obyek dari demonstrasi merupakan salah seorang peserta pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Bila tuntuan para demonstran dipenuhi maka yang bersangkutan berpotensi untuk gagal pada pemilihan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *