Mari Mencintai Ahok

Ahok yang dimaksud dalam tulisan ini adalah Basuki Tjahaja Purnama (lahir 1966), gubernur DKI Jakarta, sosok yang seringkali dianggap kontroversial baik tindakan maupun ucapannya.

Kontroversi terbaru yang ditimbulkan media untuk Ahok adalah ucapannya yang berkaitan dengan kepemimpinan dan Al-Quran Surah 5 Al-Maidah 51.

Kontroversi tersebut kemungkinan meningkatkan jumlah orang yang tidak senang atau bahkan sampai pada tingkat benci Ahok dan mereka yang telah lama, diakui atau tidak, mengidentifikasi diri sebagai pembenci atau hater Ahok kemungkinan makin meningkat atau bertambah bencinya. Bahkan boleh jadi kontroversi itu memperkuat alasan atau pembenaran untuk semakin membenci Ahok.

Kebencian yang tidak pada tempatnya dapat memberi akibat tidak baik kepada diri dan menambah catatan amal perbuatan buruk pada kitab diri. Berkaitan dengan Ahok, diri ini harus waspada jangan sampai terjebak pada kebencian yang bukan pada tempatnya.

Hindari jebakan penipuan diri, merasa tindakan membeci Ahok sudah benar padahal boleh jadi keliru. Diri menyangka kebencian terhadap Ahok ini adalah ekspresi kebaikan, diinginkan oleh Al-Quran, mengikuti sunnah Rasul, padahal…. realitanya terbalik. Bisa jadi kebencian tersebut didasari atas hawa nafsu, dorongan negatif dari dalam diri semata.

Kebencian kita yang tidak pada tempatnya terhadap seseorang dapat mencegah kita untuk melakukan satu amanah besar: berlaku adil. Kebencian dapat menghalangi kita untuk melakukan ibadah sakral ini: berlaku adil (QS 5 Al-Maidah 8). Peluang untuk terisinya kitab diri dengan catatan kebaikan dapat hilang karena kita memelihara kebencian yang tidak pada tempatnya.

Agar kita bisa tersenyum melihat kitab diri di akhirat kelak, ubahlah kebencian menjadi cinta. Dasar kita mencintai Ahok adalah kemanusiaan. Wujudnya dapat berupa doa untuk diri sendiri dan dirinya agar senantiasa memperoleh hidayah-Nya. Daripada membenci Ahok lebih baik mendoakannya agar  ia dan mereka yang kita identifikasi serupa, memperoleh kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *