Ahok Berhak Bahas Al-Quran

Mungkin banyak muslim yang tidak menyadari bahwa Al-Quran bukan kitab suci yang eksklusif untuk mereka saja.

Al-Quran adalah kitab yang terbuka bagi siapa saja, tidak eksklusif muslim. Al-Quran adalah kitab petunjuk bagi manusia, hudan linnaas. Ia mengundang seluruh manusia theis maupun atheis untuk membaca dirinya, membicarakan tentangnya.

Inilah hak dasar yang dimiliki Ahok dan milyaran manusia lainnya untuk membahas Al-Quran, yang sayangnya, banyak tidak disadari oleh muslim.

Bayangkan, nabi Muhammad saw berjuang mengorbankan seluruh yang beliau miliki agar Al-Quran sampai kepada seluruh ummat manusia hingga akhir zaman, eh, pengikutnya malah memberi kesulitan kepada manusia untuk sampai kepada Al-Quran.

Adalah hal yang ‘wajar’ bila manusia yang tidak percaya terhadap Al-Quran hendak atau telah melecehkan kitab itu. Sebaliknya, ganjil rasanya bila justru yang mengaku percaya kepada Al-Quran yang justru hendak atau telah melecehkan Al-Quran dengan cara melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran Al-Quran.

Bila ada penganut kepercayaan lain yang tidak memahami AL-Quran, wajar. Kalau ada muslim yang percaya Al-Quran namun tidak memahaminya (bahkan berusaha pun tidak), bukankah itu di luar kewajaran? Bahkan lebih jauh lagi, bukannya meluruskan yang perlu diluruskan, dengan cara yang ramah, simpatik, dan menyenangkan, muslim malah mengumbar emosi yang tidak perlu yang dapat menimbulkan keengganan manusia lain untuk mendekati Al-Quran karena takut atau kehilangan penghargaan.

Lanjutkanlah misi Nabi saw. Ajak manusia untuk mendekati, membuka, membaca, dan menelaah Al-Quran. Kalau ada di antara mereka yang berkomentar negatif atau menimbulkan kesan melecehkan, tidak usah sewot melainkan responlah hal itu dengan sikap dewasa.

Sampaikan, jelaskan, uraikan Al-Quran kepada mereka dengan simpatik agar timbul penghargaan pada mereka terhadap Al-Quran yang boleh jadi melalui itu, hidayah Allah azza wa jalla mengalir kepada mereka.

Pelajarilah bahasa Arab. Bila belum sanggup, pelajari saja 77,431 kata dalam Al-Quran. Bila jumlah itu masih terasa banyak, kuasai saja 17,613 kata unik dalam Al-Quran hingga ke tingkat tertinggi sesuai kesanggupan agar bisa menjadi duta Al-Quran kepada seluruh ummat manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *