Agar Tidak Berat…

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدَ نِ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَ عَلىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ.
“Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, dan Abu Kuraib, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah, (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, dan Abu Said Al Asyajj, sedangkan lafadznya milik Abu Kuraib, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Waki’, keduanya dari Al A’masy, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas, katanya; “”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjamak antara zhuhur dan ashar, maghrib dan isya` di Madinah, bukan karena ketakutan dan bukan pula karena hujan.”” Dalam hadis Waki’, katanya; aku tanyakan kepada Ibnu Abbas; “”Mengapa beliau lakukan hal itu?”” Dia menjawab; “”Beliau ingin supaya tidak memberatkan umatnya.”””
Kutub Tis’ah – http://www.digitama.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *