Zikrullah

Kazikrikum abaaakum aw asyaddu zikra 2:200

And when you have completed your rites, remember Allah like your]previous[ remembrance of your fathers or with ]much[ greater remembrance. And among the people is he who says, “Our Lord, give us in this world,” and he will have in the Hereafter no share.

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut )membangga-banggakan( nenek moyangmu, atau )bahkan( berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami )kebaikan( di dunia”, dantiadalah baginya bahagian )yang menyenangkan( di akhirat.

Allah memerintahkan, kalau sudah menyelesaikan ibadah haji supaya berzikir menyebut nama Allah. Biasanya orang-orang Arab pada zaman jahiliyah, kalau sudah selesai mengerjakan haji, mereka berkumpul di Mina, antara mesjid dan bukit, sambil berdiri mereka bermegah-megah dan bersifat sombong menyebut dan membanggakan kebesaran nenek moyang mereka masing-masing. Bahkan kadang-kadang sambil menari dan bernyanyi-nyanyi dicampur dengan gelak ketawa mereka membanggakan nenek-moyang mereka masing-masing, tidak mau kalah dengan yang lain. Maka turunlah ayat ini untuk mengingatkan mereka, bahwa apa yang mereka perbuat itu, sesudah menyelesaikan ibadah haji tidaklah baik, malahan merupakan kebiasaan yang buruk. Yang baik ialah, sesudah menyelesaikan ibadah haji, perbanyakan menyebut nama Allah sebagaimana mereka dulunya menyebut nama nenek-moyang mereka, atau diusahakan lebih banyak lagi menyebut nama Allah. Di dalam khutbah, Nabi Muhammad saw. pada waktu mengerjakan haji wadak pada hari yang kedua dari hari-hari tasyrik, Nabi memberikan peringatan keras supaya sama-sama meninggalkan cara-cara lama itu, yaitu bermegah-megah menyebut kelebihan nenek-moyang mereka masing-masing. Antara lain, Rasulullah mengatakan: “Wahai manusia, ketahuilah, bahwa Tuhanmu adalah satu dan nenekmu adalah satu (Adam). Ketahuilah, bahwa tidak ada kelebihan bagi orang Arabatas orang yang bukan Arab, begitu juga tidak ada kelebihan bagi orang yang bukanArab atas orang Arab. Tidak ada kelebihan orang berkulit merah atas yang berkulit hitam dan orang yang berkulit hitam atas yang berkulit merah. Kelebihan mereka di sisi Allah hanyalah diukur dengan takwanya kepada Allah.” Kemudian Rasulullah menanyakan kepada mereka:”Sudahkah aku sampaikan peringatan ini?” Lalu hadirin menjawab: “Benar, Rasulullah sudah menyampaikan.” Kemudian Allah membagi tingkat-tingkat manusia yang mengerjakan ibadah haji, yaitu ada orang yang hanya mendapat keuntungan dunia saja, dan tidak mendapatkan keuntungan di akhirat; yaitu orang-orang yang perhatiannya hanya tertuju untuk mencari keuntungan dunia saja, baik di dalam doanya atau di dalam zikirnya. Di dalam berdoa dia hanya meminta kemegahan, kemuliaan, kemenangan dan harta benda saja. Perhitungannya hanya laba rugi duniawi saja. Orang-orang yang seperti ini adalah disebabkan karena belum sampai pengetahuannya perihal rahasia dan hakikat haji yang sebenarnya, hatinya belum mendapat pancaran sinar hidayat dari Allah. Baginya keuntungan di dunia lebih utama daripada keuntungan di akhirat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *