Tazkiyah Nafs

Ujung mengenal diri adalah mengenal Allah; dengan mengenal diri Allah akan dikenali/dijumpai; hasil mengenali diri adalah kenal atau menemui Allah. Berhasil mengenali diri = berhasil mengenali/menjumpai Allah.

Aktifitas mengenali diri disebut tazkiyah nafs. Mereka yang melakukan tazkiyah nafs berarti sedang berupaya mengenali dirinya dan, akhirnya, Allah.

Tazkiyah nafs tidak hanya bermakna membersihkan diri/jiwa namun juga (sekaligus berarti) menumbuhkannya, mengembangkannya, (serta membangunnya).

Kegiatan atau amal menumbuhkembangkan jiwa/diri bentuk atau jenisnya beragam dan yang paling penting, bertahap. Bila dilakukan dari bawah ke atas, berarti tazkiyahnya dilakukan atas upaya diri. Bila dilakukan dari atas ke bawah, berartiĀ  upayanya berasal dari min ladunna, dari sisi Kami, laduni.

Pemicu awal tazkiyah nafs adalah kerinduan. Langkah awal dari mengenali diri adalah kerinduan akan asal, kampung halaman sejati. Kerinduan ini lahir dari bangkitnya ingatan (zikr, yaqadz: bangun dari tidur) dan atau mendengar panggilan/seruan (du’a, da’wah) sayup-sayup dari relung hati terdalam (sirr). Kejadian inj adalah rekasi kimiawi cinta, hubb.

Pengendalian nafsu adalah bagian dari tazkiyah nafs. 3 pertanyaan tersebut termasuk dalam tahap awal tazkiyah nafs. Perbaiki dahulu hubungan dengan diri sendiri. Bila hubungan dengan diri sendri sudah baik, maka hubungan dengan sesama da Allah insya Allah baik pula. Kata ‘nafs’ artinya jiwa/diri atau self dalam bahasa Inggris. Sedangkan kata nafsu memiliki makna yang berbeda/lain dari nafs.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *