Syirik

Kitab Diri kita harus dijaga agar tidak berisi keburukan yang besar atau berat. Sebab, keburukan yang besar/berat yang terekam pada Kitab Diri kita berakibat pada kecelakaan diri, yaitu dimasukkan dan ditempatkan di dalam api (naar, neraka) yang menyala.

Salah satu keburukan besar/berat yang harus kita waspadai dan cegah adalah aktifitas syirik.

Syirik berasal dari akar kata  shīn rā kāf (ش ر ك) dalam bahasa Arab. Dalam Al-Quran, akar kata dan turunannya terulang sebanyak 168 kali (lihat di sini). Makna dasarnya adalah mencampur atau menganggap dua hal yang seolah-olah sama namun hakikatnya berbeda. Pada konteks pembicaraan Kitab Diri dan pada pengertian sederhana, syirik adalah kegiatan menyekutukan Allah SWT.

Menyekutukan Allah SWT (syirik) adalah kegiatan menempatkan segala sesuatu selain Allah pada posisi setara atau malah lebih tinggi dibandingkan Allah. Pelaku aktifitas ini disebut musyrik (مُشْرِك).

Aktifitas syirik dimulai dari pikiran. Tandanya adalah bila kita menganggap ada yang lebih penting, lebih utama, lebih dahulu selain Allah; menomorduakan Allah.

Anggapan yang ada dalam pikiriran kita di atas dapat terwujud dalam bentuk ucapan kemudian aktifitas yang dilakukan oleh anggota atau organ tubuh lainnya.

Dalam Al-Quran Surah 4 An-Nisa 48, syirik dinyatakan sebagai dosa (itsm) yang besar:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Allah tidak (secara aktif) mengampuni dosa syirik, meski Dia (secara aktif) mengampuni dosa selain syirik. Ini dikuatkan oleh ayat lain pada Quran Surah 4 An-Nisa 31:

إِن تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

Supaya Kitab Diri kita tidak merekam perbuatan syirik kita, tindakan penting dan mendesak dilakukan adalah aktif memohon ampunan ilahi dan bertaubat (kembali) kepada-Nya.

2 thoughts on “Syirik”

  1. Innalillahi wainnailaihi rojiun. Saya sering menganggap sesuatu sangat penting dan lupa pada Allah. This writing reminds to back home

Komentar ditutup.