Konsep Ilmu

Makna kata ilmu menurut Al-Quran

Dalam Mufradat Alfaz al-Qur’annya, ilmu didefinisikan sebagai “Persepsi akan realitas sesuatu” (al-ilmu idrak al-shay’ bi-haqiqatihi) Ini berarti bahwa hanya memahami kualitas (misalnya bentuk, ukuran, berat, volume, warna, dan properti lainnya) dari suatu hal bukan merupakan ilmu.

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali (w. 505/1111) yang menggambarkan ilmu sebagai “pengetahuan akan sesuatu sebagaimana adanya” (ma‘rifat al-shay’ ‘ala mahuwa bihi) : Pada definisi ini, untuk mengetahui sesuatu adalah dengan mengenali sesuatu sebagaimana ia. Artinya, ilmu adalah pengakuan, merupakan keadaan pikiran-yaitu, suatu kondisi dimana sebuah objek tidak lagi asing bagi seseorang sejak objek itu diakui oleh pikiran seseorang.

Profesor Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam monografnya yang berjudul The Concept of Education in Islam. Menurut al-Attas, definisi terbaik atas ilmu adalah ‘sampainya makna dalam jiwa serta sampainya jiwa pada makna’ العلم هو حصول معني الشيئ في النفس و حصول النفس إلي معني الشيئ)) Satu hal yang jelas dalam definisi ini; ilmu adalah tentang makna. Objek apapun, fakta maupun suatu peristiwa dikatakan diketahui seseorang jika bermakna baginya. Dengan demikian, dalam proses kognisi, pikiran tidak sekedar penerima pasif, tetapi ia aktif dalam arti mempersiapkan diri untuk menerima apa yang ia ingin terima (mengolah dan menyeleksi makna yang diterima secara sadar).

Sumber ilmu

Tujuan dan manfaat ilmu

Cara memperoleh ilm

Al-Attas menyatakan ilmu dapat diperoleh melalui empat jalan. (1), Panca indera yang sehat (sound senses). Panca indera kemudian dibagi menjadi dua, yakni eksternal dan internal. (2), Khabar yang benar dan otoritatif (authoritative true reports). Di sini, khabar tersebut di bagi menjadi dua, yakni mutlak (absolute authority) yang meliputi otoritas ketuhanan yang berasal dari Al-Qur’an dan otoritas kenabian yang berasal dari Rasulullah. Sedangkan yang nisbi (relative authority) meliputi kesepakatan ulama dan khabar dari orang terpercaya secara umum. (3) Akal yang sehat (sound reason). (4), Ilham (intuition)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *