Al-Hawa

Salah satu kata dalam Al-Quran yang menarik perhatian adalah hawa (هَوَىٰ , untuk daftar lengkap kata tersebut lihat di sini)

Kata “الْهَوَىٰ” diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran.

Pertama, QS 004 An-Nisa 135

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَن تَعْدِلُوا ۚ وَإِن تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Kedua, QS 038 Shaad 26

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

Ketiga, QS 053 Al-Najm 3

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

Keempat, QS 079 Al-Naziat 40

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

Kata hawa (هَوَىٰ) diterjemahkan dengan hawa nafsu dalam bahasa Indonesia.

Hawa nafsu, menurut KBBI, mengandung makna “desakan hati dan keinginan yang keras (untuk menurutkan hati, melepaskan marah, dan sebagainya)”

Hawa: rasa suka, condong atau miring, berat sebelah yang mengarah kepada kepentingan atau keuntungan diri sendiri (syahwat) dan bila dipenuhi, bukannya keuntungan yang diraih, malah kehancuran (هلَك), kejatuhan (سقط من عُلوٍ إلى سُفْل), bahkan hingga kematian (مَاتَ).

  1. Rasa suka, condong atau miring; berat sebelah ( QS 14:37| فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ) | dan ميلُ النَّفس إِلى الشهوة
  2. Arah rasa suka, condong, miring, berat sebelah ini adalah “شهوة “, syahwah atau syahwat yang bermakna “dorongan atau keinginan yang kuat untuk terus menerus merasakan atau menikmati hal-hal yang enak/lezat (آل عمران آية 14 زُيِّنَ لِلنَّاس حُبُّ الشَّهَوَاتِ من النِّسَاء واَلْبَنِينَ وَالقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَام)

Hawa dapat mengganggu adil dengan mendahulukan kepentingan diri dengan mengorbankan kepentingan orang lain.

Naha an-nafs ‘an al-hawa: mencegah diri memenuhi kepentingan diri dengan mengorbankan kepentingan orang lain.

Terbaik: penuhi keinginan diri lebih dahulu kemudian penuhi keinginan orang lain (qu anfusakum wa ahlikum nara)

Pertengahan: korbankan kepentingan diri asal kepentingan orang lain terpenuhi (walau kana bihim khashashah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *