Setan

Setan dari golongan jin dan manusia memiliki dua karakteristik dasar yakni sombong, merasa lebih baik dari yang lain, ana khairun minhu (QS 7 Al-A’raf 13) dan putus asa dari rahmat Allah dalam arti enggan memohon ampunan-Nya dan meminta rahmat-Nya setelah melakukan perbuatan buruk.

Karena kita diperintah Allah untuk menjadikan setan sebagai musuh (QS 2 Al-Baqarah 36) maka kita tidak boleh sombong dan berputus asa dari rahmat Allah. Sebab bila kedua hal itu kita lakukan, maka kita sama saja dengan setan.

Kita bisa saja sombong ketika kita meraih dan menikmati berbagai kesenangan dunia dan berubah seketika menjadi putus asa ketika terkena musibah (QS 17 Al-Isra 83) padahal seringkali musibah itu datang karena ulah kita sendiri (QS 30 Ar-Ruum 36).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *