Limiting Beliefs

Apa yang kita pikirkan tentang diri kita jauh lebih penting dan berharga dibanding apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Bila kita pikir bahwa diri kita tak berdaya, tak berharga, tak pantas/layak, tak mampu maka itulah yang terjadi. Pikiran-pikiran ini membatasi diri kita untuk melakukan kebaikan dan kebajikan. Inilah limiting beliefs yang harus kita singkirkan jauh-jauh.

Selain dapat menghalangi kita melakukan berbagai perbuatan baik nan hebat, ia juga membuat kita terjebak dan tenggelam di dalam lingkaran perbuatan buruk.

Kitab Diri milik kita bisa saja saat ini dipenuhi catatan rekaman perbuatan buruk yang dipicu oleh limiting beliefs dan banyak potensi dan peluang perbuatan baik yang dapat kita kerjakan namun terhalang oleh limiting beliefs ini.

Kita harus menghilangkan limiting beliefs  dengan cara mengubah apa yang kita pikirkan tentang diri. Bila kita pikir bahwa diri kita tak berdaya, ubah pikiran itu menjadi kita berdaya (hilangkan saja kata ‘tak/tidak’). Bila kita pikir kita tidak mampu, ubah menjadi kita mampu; katakan kepada diri “saya mampu/sanggup/bisa”.

Mengubah limiting beliefs menjadi empowering beliefs di atas kertas terlihat mudah. Dan memang mudah bila kita memiliki pendamping dan pelatih yang mengarahkan, menuntun dan memotivasi kita. Cari dan temukan pendamping dan pelatih ini agar kita tak kesulitan dan tak memerlukan waktu lama untuk menghilangkan limiting beliefs dan menggantinya dengan empowering beliefs.

Dengan bersihnya pikiran dari limiting beliefs maka perasaan dan tubuh tidak lagi teraliri banyak perintah untuk melakukan keburukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *